Prabowo Targetkan 288 Ribu Sekolah Tuntas Direvitalisasi pada 2028

Program ini merupakan bagian dari investasi besar pemerintah di sektor pendidikan.

Headline175 Views

Channel Indonesia – Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan revitalisasi sebanyak 288 ribu sekolah di seluruh Indonesia dapat rampung pada 2028. Program ini merupakan bagian dari investasi besar pemerintah di sektor pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meninjau langsung fasilitas pendidikan di SMAN 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4).

“Saya berharap semua sekolah akan selesai 2028. Kita, kalau tidak salah punya 288 ribu sekolah. Kalau tahun ini berarti 87 ribu akan selesai akhir tahun, berarti kita masih punya 200 ribu. Kalau 100 ribu di 2027, 100 ribu di 2028, semua sekolah Indonesia sudah diperbaiki,” tegas Prabowo.

Prabowo menjelaskan, pemerintah telah meningkatkan jumlah sekolah yang direvitalisasi secara signifikan. Jika pada tahun lalu anggaran hanya mencakup sekitar 17 ribu sekolah, maka pada tahun ini targetnya meningkat menjadi 70 ribu sekolah, dengan total capaian mencapai 87 ribu sekolah hingga akhir tahun.

“Tahun ini sudah 70 ribu, anggaran tahun lalu 17 ribu sekolah. Tahun ini 70 ribu sekolah. Tahun depan target saya kalau bisa lebih dari 100 ribu,” jelasnya.

Ia menegaskan, perbaikan sekolah menjadi prioritas utama pemerintah karena pendidikan merupakan kunci kebangkitan bangsa. Oleh karena itu, pemerintah akan terus memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan sebagai fondasi masa depan Indonesia.

“Sekolah adalah sangat penting, pendidikan adalah kunci kebangkitan bangsa kita. Saya akan menaruh perhatian dan saya akan investasi besar-besaran di bidang pendidikan untuk masa depan bangsa kita semuanya. Setiap anak Indonesia harus diberikan pendidikan yang terbaik,” pungkasnya.

Program revitalisasi sekolah merupakan upaya pemerintah untuk memperbaiki kondisi bangunan sekolah yang rusak, meningkatkan fasilitas belajar seperti ruang kelas, sanitasi, dan akses air bersih, serta mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan layak.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pemerataan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *