Sekolah Rakyat Hidupkan Mimpi Anak Pengemudi Ojol untuk Kuliah di AS dan Jadi Data Analyst

Sekarang Akbar duduk di kelas 1 Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Bekasi, Jawa Barat. Ia kembali memupuk mimpinya untuk menjadi seorang Data Science Analyst.

Konten24 Views

Channel Indonesia – Akbar Varel Areva (17), adalah anak seorang pengemudi ojek online. Ia sempat putus sekolah karena keterbatasan akses pendidikan. Tapi harapan baru terbuka berkat Sekolah Rakyat yang dibuka pemerintah.

Sekolah Rakyat adalah program yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin. Program ini hadir sebagai upaya nyata untuk memutus rantai kemiskinan.

Sekarang Akbar duduk di kelas 1 Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Bekasi, Jawa Barat. Ia kembali memupuk mimpinya untuk menjadi seorang Data Science Analyst.

“Cita-cita saya menjadi Data Science Analyst,” kata Akbar.

Siswa yang berasal dari Bantar Gebang ini mengaku ingin melanjutkan pendidikan ke Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat (AS), salah satu perguruan tinggi terkemuka dunia di bidang sains dan teknologi.

Akbar mengaku menemukan kembali arah dan cita-citanya setelah bersekolah di SRMA 13 Bekasi. Sekolah Rakyat membantunya mengenali bakat dan minat yang belum pernah ia sadari sebelumnya.

“Sebelum saya masuk SR ini kan ada tes bakat. Dari tes itu ternyata saya lebih condong ke bidang Explorer, Strategizer, dan Analyzer,” ujarnya.

Para guru dan sesama murid SRMA Bekasi turut memperkuat motivasi Akbar mengejar cita-cita. Dukungan dari lingkungan sekitar membuatnya semakin bersemangat.

“Cita-cita saya yang ingin menjadi Data Science Analyst itu didukung terus oleh guru saya, begitu juga teman-teman saya yang terus memotivasi saya. Guru juga di sini memfasilitasi dalam berbagai hal, seperti pendidikan, kemudian akses internetnya juga,” imbuhnya.

SRMA 13 Bekasi pun menyediakan kegiatan ekstrakurikuler robotika bagi siswa yang memiliki minat di bidang sains dan teknologi seperti Akbar.

“Untuk mencapai impian saya, saya terus mempelajari hal-hal yang saya butuhkan ke depannya. Seperti saya mempelajari dasar pemrograman, algoritma, kemudian saya juga mengikuti ekstrakulikuler robotik yang membantu perkembangan diri saya,” kata Akbar.

Siswa peraih medali nasional di bidang Olimpiade Matematika ini juga menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat membantu meringankan beban ekonomi keluarganya. Sebab, seluruh biaya pendidikannya ditanggung oleh pemerintah. Berbagai fasilitas pendidikan pun dinikmati secara gratis.

Ia juga menuturkan bahwa sistem asrama di Sekolah Rakyat membentuk kedisiplinan serta menanamkan nilai empati dan kebersamaan di antara para siswa.

“Di SR ini juga tidak ada yang memiliki status senioritas atau apa pun. Jadi semuanya sama rata. Karena di SR ini prinsipnya, cerdas bersama, tumbuh setara,” tutup Akbar.

Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berkomitmen memberikan pendidikan berasrama (boarding school) gratis dari tingkat SD sampai SMA untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu. Dengan fasilitas lengkap mulai dari makanan, seragam, buku, hingga asrama, Sekolah Rakyat memberikan pendidikan berkualitas agar siswa-siswinya dapat mengejar mimpi.

Dengan pendekatan ini, Sekolah Rakyat diharapkan membuka peluang yang lebih luas bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, bahkan hingga ke perguruan tinggi, serta memiliki masa depan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *