Bermain Bersama Anak Ada Banyak Manfaatnya, Ini Kata Psikolog

Psikolog anak dan keluarga Saskhya Aulia Prima menekankan pentingnya waktu berkualitas antara orang tua dan anak dalam membangun kebiasaan bermain aktif.

Headline, Konten372 Views

Channel Indonesia – Orangtua yang sering bekerja tidak jarang memikirkan waktu berkualitas bersama anak anak nya guna melihat tumbuh kembang Anak.

Psikolog anak dan keluarga Saskhya Aulia Prima menekankan pentingnya waktu berkualitas antara orang tua dan anak dalam membangun kebiasaan bermain aktif.

Menurut dia, kegiatan bermain seperti ini berperan dalam perkembangan anak, baik secara fisik maupun psikologis. Bermain bersama juga secara positif dapat memengaruhi kemampuan motorik umum si kecil.

“Bermain itu cara yang paling ideal buat orang tua dan anak saling berinteraksi dan berkoneksi. Ini sangat penting di zaman sekarang yang kita dikit-dikit lihatnya handphone,” ujar Saskhya dalam acara jumpa pers di Gandaria City, Jakarta Selatan, Jumat (16/6).

Selain itu, Saskhya menjelaskan bahwa emosi positif yang ditunjukkan orang tua saat bermain juga dapat berpengaruh terhadap perilaku anak, utamanya dalam mencegah sikap agresi.

“Biasanya orang tua kalau ikut main emosinya lebih positif, lebih banyak ketawa. Ini membantu anak untuk tidak memiliki permasalahan perilaku, seperti agresif. Masalah-masalah sekolah mungkin juga bisa jadi berkurang, ibaratnya ‘cup’ cintanya sudah terisi,” lanjut dia.

Penting juga untuk memperhatikan jenis permainan. Permainan yang memiliki bobot tantangan bisa memberikan kesempatan anak untuk lebih banyak bergerak, spontan, dan menikmati pengalaman menyenangkan selama bermain.

“Itu bikin anak lebih aktif bergerak, lebih enggak takutan, lebih melatih daya tahan stres dia,” ujar Saskhya.

Jangan lupa juga agar orang tua menunjukkan antusiasmenya saat bermain. Pasalnya, antusiasme orang tua juga akan berpengaruh terhadap perkembangan anak.

“Semakin antusias [orang tuanya], itu yang membuat semua aspek perkembangan anak meningkat dengan cepat,” kata Saskhya.

Kata dia, antusiasme, kehangatan, keterlibatan, dan responsivitas orang tua dalam bermain berhubungan dengan perkembangan emosi, interaksi sosial, dan perilaku prososial anak yang baik.

Sosok orang tua yang sensitif dan responsif terhadap kebutuhan anak selama bermain, lanjut Saskhya, merupakan role model anak untuk bergaul dengan baik bersama teman-teman sebayanya.

“Jadi ini kenapa anak harus diajak main bersama dan jangan main sendiri. Supaya, selain anaknya terlibat lebih aktif, juga secara perkembangan yang lain lebih bisa di-boosting dengan lebih baik lagi,” pungkasnya.(Dari berbagai sumber/Annisa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *