Screen Time Terlalu Lama Picu Keterlambatan Perkembangan Pada Anak

terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar komputer atau perangkat lain cenderung memiliki kemampuan penalaran yang buruk.

Konten360 Views

Channel Indonesia – Sebuah studi menemukan bahwa anak kecil yang terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar komputer atau perangkat lain cenderung memiliki kemampuan penalaran yang buruk. Penalaran adalah kemampuan berpikir yang sangat penting untuk belajar, kinerja akademik, dan pemecahan masalah sehari-hari. 

Studi dari University of Eastern Finland mengemukakan, anak yang menghabiskan terlalu banyak waktunya di depan komputer dikaitkan dengan kemampuan penalaran yang lebih buruk di sekolahnya.

“Studi kami melihat bahwa waktu menatap layar yang terlalu banyak bisa berdampak buruk pada penalaran anak. Kondisi ini bisa semakin buruk, jika anak tidak menerapkan diet sehat dan seimbang,” kata peneliti doktoral dari University of Eastern Finland, Sehrish Naveed, seperti dilansir Siasat Daily, Jumat (18/8/2023). 

Ia menjelaskan, anak-anak dengan kebiasaan makan yang lebih sehat juga menunjukkan perkembangan kognitif yang lebih baik dibandingkan anak-anak lainnya. 

Analisis yang dilakukan peneliti untuk studi ini juga mempertimbangkan pendidikan dan pendapatan orang tua serta persentase lemak tubuh dan tingkat kedewasaan anak-anak. 

Paparan gawai di usia satu tahun dapat menghambat perkembangan kemampuan penyelesaian masalah hingga motorik halus anak. Namun, di usia empat tahun, anak-anak tampak mampu mengejar ketertinggalan tersebut. 

Temuan ini diungkapkan dalam sebuah studi yang dilakukan di Jepang. Studi ini menyoroti dampak paparan gawai di usia satu tahun terhadap perkembangan anak. Paparan gawai yang dimaksud dalam studi ini adalah menonton televisi, bermain gim video, dan menggunakan ponsel pintar, tablet, atau gawai elektronik lain. 

Selama studi berlangsung, tim peneliti menganalisis lebih dari 7.000 data anak-anak berusia satu tahun.

Akan tetapi, anak-anak tersebut tampak berhasil mengejar ketertinggalan beberapa tahun kemudian. “Meski begitu, ini menunjukkan bahwa screen time yang terlalu lama tidak baik untuk otak anak satu tahun,” kata Ashton. 

(Alifah Dhuha/ Dari Berbagai Sumber) 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *