Wah Menakjubkan! 4 Anak Bertahan Hidup di Hutan Selama 40 Hari

Kecelakaan Yang menimpa 1 orang Ayah dan ke 4 Anaknya Menyebabkan Merak Mampu Bertahan Hidup di Hutan.

Headline, Konten305 Views

Channel Indonesia – Manuel Ranoque, seorang Ayah dari 4 anak yang berhasil bertahan hidup selama 40 hari menceritakan kronologis dibalik peristiwa tesebut.

Pesawat cessna mengalami kecelakaan, Istri dari Manuel tewas ditempat sedangkan ke 4 anaknya berhasil bertahan hdup selama berhari hari di dalam hutan.

Empa anaknya adalah sulung berusia 13 tahun, kemudian 9 tahun, 4 tahun, dan bungsu yang baru berusia 12 bulan. Empat anak dari Ranoque itu selamat meski sudah berada di hutan belantara sekitar 40 hari.

“Mereka akan menceritakan kisah mereka sendiri dan kalian akan mendengarnya dari mereka,” ujar Ranoque usai mengunjungi anak-anaknya yang dirawat di RS militer di Bogota, seperti dilansir dari wartawan, Minggu (11/6).

“Ini tidak mudah untuk bertanya ke mereka karena anak-anak hilang 40 hari tanpa makanan dengan baik, jadi saya tak bisa mendapat informasi apapun dari anak yang paling tua,” sambungnya.

Pesawat Cessna 206 yang ditumpangi anak-anak itu jatuh di kawasan hutan pada 1 Mei lalu. Ibu mereka, dan dua orang dewasa lain dalam pesawat itu tewas saat kecelakaan di hutan yang masuk provinsi Caqueta.

Ranoque mengatakan ibu dari anak-anaknya sempat bertahan selama empat hari pascakecelakaan pesawat itu.

Luis Acosta dari National Indigenous Organization of Colombia (ONIC), dikutip dari AFP, menyebut mereka memakan biji-bijian, buah-buahan, akar-akaran, dan tanaman yang mereka anggap dapat dimakan dari masa kecil mereka di wilayah Amazon.

Keempat anak tersebut merupakan anggota Suku Huitoto, penduduk asli di Kolombia dan Peru. Mereka masih berusia 13 tahun, 9 tahun, 4 tahun, dan bayi 11 bulan.

Menurut Organisasi Nasional Masyarakat Adat Kolombia (OPIAC), pengetahuan soal yang boleh dan tak boleh dimakan di hutan didapat berkat pengetahuan pribumi yang diajarkan kepada mereka.

“Kelangsungan hidup anak-anak merupakan tanda pengetahuan dan hubungan dengan lingkungan alam yang diajarkan sejak dalam kandungan ibu,” kata OPIAC, dalam rilisnya, dikutip dari AFP.

“Anak-anak semak”, demikian kakek mereka memanggil empat bocah itu, selamat usai makan tepung yucca yang ada di atas pesawat yang hancur, dan memungut parsel bantuan yang dijatuhkan oleh helikopter pencari.

Senada, juru bicara militer Kolombia Pedro Arnulfo Sánchez Suárez mengatakan keempatnya bisa bertahan karena mengkonsumsi tepung singkong kasar (farina) yang biasanya digunakan oleh suku asli di wilayah tersebut.

“Beberapa hari setelah kecelakaan itu, mereka memakan farina yang mereka bawa ke sana, tetapi mereka (akhirnya) kehabisan makanan dan memutuskan untuk mencari tempat di mana mereka bisa bertahan hidup,” kata Suárez dikutip dari wartawan, Minggu (11/6).

“Mereka kekurangan gizi tetapi sepenuhnya sadar dan sadar ketika kami menemukan mereka,” tambah dia.(Dari berbagai sumber/Annisa)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *