5 Perkara yang Paling Dikagumi Rasulullah SAW, Apa Saja?

Terdapat sejumlah perkara yang disukai Nabi Muhammad SAW.

Konten511 Views

Channel Indonesia – Terdapat sejumlah perkara yang disukai Nabi Muhammad SAW. Perkara ini termasuk amalan yang dilakukan setiap harinya.

Dalam Maadza Yuhibbu an Nabi Muhammad SAW wa Maadza Yukrihu karya Adnan Tharsyah, terdapat sebuah hadits yang menyebut dua perkara yang paling disukai Nabi Muhammad SAW. Diceritakan dari Hamnah binti Jahsyin bahwasanya dia mengalami istihadhah pada masa Rasulullah SAW.

Berikut perkara-perkara yang membuat takjub Rasulullah ﷺ maknanya yang sangat senang dilakukan atau disukai Rasulullah dan patut diteladani oleh umatnya:

Pertama, menyukai memulai sesuatu dari kanan

Diriwayatkan dariAisyah bintiAbu Bakar Shiddiq radhiyallahu ‘anhuma,, dia berkat:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ، فِي تَنَعُّلِهِ، وَتَرَجُّلِهِ، وَطُهُورِهِ، وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Nabi Muhammad ﷺ sangat menyukai memulai dengan kanan dalam mengenakan sandalnya, dan menyisir rambutnya, dan dalam bersuci dan di dalam semua urusannya.” (Muttafaq alaih)

Kedua, mimpi yang baik

Diriwayatkan dari Annas bin Malik radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يُعجبهُ الرؤيا الحسنة “Rasulullah ﷺ menyukaimimpi yang baik.” (HR Ahmad)

Maka Rasulullah ﷺ menyukai mimpi yang indah karena sesungguhnya mimpi yang baik itu kabar gembira dari Allah.

Diriwayatkan dari Abi Qatadah radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

الرؤيا الصالحة من الله، والحُلْم من الشيطان “Mimpi yang baik itu dari Allah dan mimpi buruk itu dari setan.” (mutafaq ‘alaih)

Ketiga, optimisme

Diriwayatkan dari Anas Radiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah  ﷺ bersabda:

لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَيُعْجِبُنِي الْفَأْلُ الصَّالِحُ الْكَلِمَةُ الْحَسَنَةُ “Tidak ada ‘adwa (keyakinan adanya penularan penyakit), tidak ada thiyarah (menganggap sial sesuatu hingga tidak jadi beramal), dan yang menakjubkanku adalah al fa’lu (pertanda atau optimisme) yang baik yaitu kalimat yang baik.” (mutafaq alaih)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, al fa’lu itu kalimat yang saleh, hasan, dan tayib.

Keempat, aroma yang baik

Diriwayatkan Aisyah Radhiyallahu Anha:

صَنَعْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُرْدَةً سَوْدَاءَ فَلَبِسَهَا فَلَمَّا عَرَقَ فِيهَا وَجَدَ رِيحَ الصُّوفِ فَقَذَفَهَا قَالَ وَأَحْسِبُهُ قَالَ وَكَانَ تُعْجِبُهُ الرِّيحُ الطَّيِّبَةُ

“Aku membuatkan Rasulullah SAW selendang berwarna hitam, lalu beliau memakainya. Saat berkeringat, beliau mendapati bau wool (bulu kambing) hingga beliau pun membuangnya.” Perawi berkata, “Aku mengira bahwa dia (Mutharrif) mengatakan, “Rasulullah menyukai bau wangi.”

Kelima, minuman manis yang dingin

Diriwayatkan dari Aisyah binti Abu Bakar Radiyallahu Anhuma:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يعجبهُ الحلو البارد “Rasulullah ﷺ menyukai minuman yang manis dan dingin.”

 

(Alifah Dhuha/ Dari Berbagai Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *