Salman Al-Farisi sang Perancang Strategi Khandaq

Salman al-Farisi merupakan salah satu figur penting dalam sejarah Islam.

Konten290 Views

Channel Indonesia – Salman al-Farisi merupakan salah satu figur penting dalam sejarah Islam. Salman adalah seorang sahabat Nabi yang berasal dari bangsa Persia, yaitu dari sebuah desa bernama Jayyun di kota Isfahaan.

Beliau lahir di Jayyun pada tahun 568 M. Nama lengkapnya Mabah bin Budzkhasyan bin Mousilan bin Bahbudzan bin Fairuz bin Sahrk Al-Isfahani. Namun, ia lebih dikenal dengan nama Salman Al-Farisi. Namun dikalangan sahabat lainnya ia dikenal dan dipanggil dengan nama Abu Abdullah. Biografi lengkapnya adalah kisah perjalanan hidup yang menginspirasi dalam sejarah Islam.

Memeluk agama Islam

Salman al-Farisi dilahirkan dalam keluarga bangsawan pemeluk agama Majusi yang menyembah api.  Ketika dia masih muda, dia mulai mencari kebenaran spiritual dan berkeliling ke berbagai tempat di timur tengah dalam pencariannya.

Salman al-Farisi pertama kali mendengar tentang Islam saat berada di Suriah. Hingga Ia mendengar kedatangan  seorang nabi yang akan muncul di semenanjung Arab. Pencariannya memuncak ketika dia tiba di Madinah dan bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. Salman al-Farisi menjadi seorang Muslim dan menemukan kebenaran yang selama ini dia cari.

Berkontribusi dalam usulan penggalian parit di perang Khandaq

Salman al-Farisi berpartisipasi dalam berbagai peperangan bersama Nabi Muhammad, termasuk Pertempuran Uhud dan Pertempuran Khandaq. Selain itu, dia memberikan kontribusi besar dalam pembangunan parit selama Pertempuran Khandaq.

Dalam perang ini terdapat satu strategi perang yang diterapkan yaitu menggali parit, yang diusulkan oleh Salman Al-Farisi. Ini juga menjadi perang pertama dalam sejarah Islam yang menggunakan penggalian parit sebagai strategi perang.

Pada saat itu, strategi perang tersebut hanya dikenal oleh bangsa-bangsa di luar Arab saja. Rasulullah bahkan mengagumi strategi Salman Al-Farisi itu.

Strategi yang diusulkan oleh Salman tersebut, merupakan ingatannya terhadap bagaimana panglima besar bisa mempertahankan kota Persia dari Romawi. Ia berkata bahwa parit harus digali agak lebar dan dalam di muka pagar kota Madinah, dan pasukan Islam bisa bertahan di balik parit tersebut.

Jika musuh mendekati parit tersebut, maka pasukan Islam akan menampakkan diri kepada musuh untuk memancingnya. Ini menjadi langkah yang digunakan untuk menghancurkan musuh di parit tersebut apabila musuh berusaha melewatinya. Selain merupakan gagasan cemerlang yang disukai Rasulullah, berkat ide inilah mayoritas pasukan Islam merasa tergugah kembali semangatnya.

Sahabat yang sangat zuhud terhadap dunia

Salman al-Farisi juga dikenal karena nasihat dan pengetahuannya dalam masalah-masalah penting di umat Islam. Sahabat nabi ini juga dikenal dengan sifat zuhudnya. Salman adalah sahabat utama yang taqwa, cerdas, dan bersahaja. Kendatipun dari golongan kelas atas dan seorang putera Persia, negeri yang terkenal dengan kemewahan, namun ia amat zuhud kepada dunia.

Saat menjabat sebagai gubernur ia tetap merasa rendah hati sampai ada seorang yang menyangkanya bahwa ia adalah seorang kuli. Namun Salman menanggapinya dengan sangat ramah sekali ia pun tidak merasa keberatan atas hal tersebut.

Ketika menanti ajal, Sa’ad bin Abi Waqqash datang menjenguknya dan ia dapati Salman menangis, teringat pesan Rasulullah : “Hendaklah bagian masing-masingmu dari kekayaan dunia ini seperti bekal seorang pengendara”, sedangkan ia merasa hartanya masih banyak. Sa’ad mengatakan : “Saya perhatikan, tak ada yang tampak di sekelilingku kecuali satu piring dan sebuah baskom.”

Salman al-Farisi meninggal pada tahun 656 Masehi di Madinah. Namun, warisan dan pengaruhnya dalam Islam tetap hidup melalui generasi-generasi Muslim berikutnya.

 

(Dari berbagai sumber/ Mifta Khurokhmah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *