AI Mampu Kurangi Kemacetan, Sudah Tersebar 20 Titik di Jakarta

Pemasangan teknologi AI di lampu merah ini hasil kerja sama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Google Inc. Kedua pihak telah menandatangani MoU proyek yang dinamakan Green Light pada November 2022.

Headline, Konten374 Views

Channel Indonesia – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sudah menyebar luas dan mengalih fungsikan hingga ke lampu lalu lintas. Pasalnya, 20 titik di Jakarta sudah dipasangi lampu merah yang sudah berteknologi AI. Lokasi yang sudah berteknologi AI tersebut adalah Jakarta Utara sampai Selatan.

“Jadi ada 20 simpang yang sudah menerapkan prinsip AI dengan intelijen transport sistem di traffic light,” kata Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo, Minggu (2/7), melansir laman NTMC Polri.

Pemasangan teknologi AI di lampu merah ini hasil kerja sama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Google Inc. Kedua pihak telah menandatangani MoU proyek yang dinamakan Green Light pada November 2022.

Green Light sudah diaplikasikan di negara India hal tersebut mampu mengurangi kemacetan sebesar 20 persen, Indonesia merupakan negara pertama di Asia Tenggara yang menggunakan teknologi ini.

Lalu, bagaimana cara kerja lampu merah yang sudah dipasangi kecerdasan buatan ini?

“Mereka (Google) analisis terhadap situasi kondisi di simpang-simpang yang kepadatannya tinggi. Kemudian dari hasil analisis itu mereka akan berikan masukan ke kami untuk kemudian kami lakukan pengaturan dari traffic light yang ada di simpang,” kata Syafrin beberapa waktu lalu.

Menurut Syafrin data dari Google itu yang nantinya akan digunakan untuk mengatur ulang traffic light di beberapa titik.

AI itu bakal mendeteksi jalur mana yang volume kendaraannya lebih padat. Ia mencontohkan lampu hijau akan diprioritaskan atau menyala lebih lama di jalur yang lebih padat.

“Misalnya Utara-Selatan, paginya Selatannya padat, maka otomatis sistem akan menghitung memberikan waktu paling panjang di kaki sisi Selatan karena titiknya menuju ke arah sana,” jelas Sya

“Demikian sore hari misalnya, ternyata dari Utara yang padat menuju Selatan, maka kaki simpang sisi Utara akan diberikan waktu lebih panjang, sehingga antrean di simpang bisa dihindari,” imbuhnya.

Kepala Unit Pengelola Sistem Pengendalian Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta Emanuel Kristanto mengatakan teknologi AI akan menganalisis volume lalu lintas di persimpangan. AI kemudian akan merekomendasikan durasi lampu hijau yang paling optimal di masing-masing jalur persimpangan.

“Secara garis besar Google akan menggunakan teknologi AI mereka untuk menganalisa volume lalin di persimpangan dan merekomendasikan waktu nyala hijau yang optimal di masing-masing kaki persimpangan,” jelas Emanuel.

Data tersebut kemudian dikirimkan ke Dishub DKI dan selanjutnya ditindaklanjuti di lapangan. Melalui teknologi ini, diharapkan lampu lalu lintas akan menyesuaikan ruas jalan yang perlu diberi durasi lebih panjang lampu hijaunya menyala sehingga kepadatan volume kendaraan dapat terurai.(Dari berbagai sumber/Annisa)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *