‎3 Keutamaan Ayat Seribu Dinar, ‎Bacaan dan Cara ‎Mengamalkannya ‎

Ayat seribu dinar merupakan salah satu ayat Al-Quran yang memiliki keistimewa dapat mendatangkan rezeki dari Allah SWT

Konten256 Views
Channel Indonesia –  Ayat seribu dinar merupakan salah satu ayat Al-Quran yang memiliki keistimewa dapat mendatangkan rezeki dari Allah SWT. Dimana banyak umat Islam yang meyakini dan mengamalkannya.

Ayat yang merupakan bagian akhir ayat 2 dan seluruh ayat 3 dalam Surat At-Thalaq ini disebut sebagai ayat seribu dinar. Sebab ayat ini diyakini tidak hanya mampu membuka pintu rezeki, namun juga dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Lantas, apa saja keutamaan ayat seribu dinar, dan bagaimanakah bacaan ayat tersebut?

Keutamaan ayat seribu dinar, bacaan lengkap dan cara mengamalkannya .

A. Keutamaan ayat seribu dinar:
  1. Mendapat rezeki yang tak disangka-sangka

Salah satu keutamaan membaca ayat seribu dinar adalah mendapatkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dalam Kitab Musnad Imam Ahmad, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam bersabda

يَا أَبَا ذَرٍّ، لَوْ أَنَّ النَّاسَ كُلَّهُمْ أَخَذُوا بِهَا كَفَتْهُمْ”. وَقَالَ: فَجَعَلَ يَتْلُوهَا ويُرددها عَلَيَّ حَتَّى نَعَست

Artinya: “Hai Abu Dzar, seandainya semua manusia mengamalkan ayat ini yakni Surat At-Thalaq ayat 2-3, niscaya mereka akan diberi kecukupan. Abu Zar melanjutkan, bahwa lalu Rasulullah membaca ayat ini berulang-ulang kepadanya hingga ia merasa mengantuk.”

  1. Diberi ketenangan, kelapangan dan kepuasan hati.

Salah satu keutamaan ayat seribu dinar yaitu bertakwa dengan menaati perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Bagi umat muslim yang bertakwa, maka Allah akan memberikan jalan keluar dari segala urusannya. Allah juga akan mendatangkan rezeki dari jalan yang tidak terduga. Rezeki yang dimaksud tidak hanya berupa materi, namun juga bersifat spiritual seperti ketenangan, kelapangan dan kepuasan hati.

  1. Dijauhkan dari kesusahan dunia

Pada surat At Talaq ayat 2 dan 3 disebutkan bahwa jika ingin dilancarkan rezekinya dan dipermudah semua urusannya, maka harus selalu bertawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS At-Thalaq: ayat 2)

“Allah akan menyelamatkannya dari setiap kesusahan di dunia dan akhirat dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS At-Thalaq: ayat 3)

Lalu pada hadits yang diriwayatkan Imam Abu Hatim, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَين قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَنِ انْقَطَعَ إِلَى اللَّهِ كَفَاهُ اللَّهُ كُلَّ مَئُونة، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ، وَمَنِ انْقَطَعَ إِلَى الدُّنْيَا وكَلَه إِلَيْهَا

Artinya: “Dari Imran ibnul Husain yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Barang siapa yang menghabiskan seluruh waktunya untuk Allah, maka Allah akan memberinya kecukupan dari semua biaya dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang menghabiskan seluruh waktunya untuk dunia, maka Allah menjadikan dunia menguasai dirinya.”

B. Bacaan ayat seribu dinar:

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Bacaan latin: Wa may yattaqillaha yaj al-lahu makhraja. Wa yarzuq-hu min aisu la yahtasib, wa may yatawakkal alallahi fa huwa hasbuh, innallaha baligu amrih, qad ja alallahu likulli syai in qadra.

Artinya: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya, sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).

 C. Cara mengamalkan ayat seribu dinar:
  1. Sepertiga malam atau setelah sholat tahajud

Salah satu waktu yang mustajab dikabulkannya doa adalah di waktu sepertiga malam. Sebab di waktu tersebut umat Muslim disunnahkan untuk mendirikan sholat tahajud. Setelah sholat tahajud, kita dapat mengamalkan bacaan doa ayat seribu dinar. Hal tersebut berdasarkan pada sebuah hadist, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ قَالَ جَوْفَ اللَّيْلِ الْآخِرِ وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ

Artinya: Dari Abu Umamah ia berkata; Rasulullah shallallahu wa`alaihi wa sallam ditanya; wahai Rasulullah, doa apakah yang paling di dengar? Beliau berkata: “Doa di tengah malam terakhir, serta setelah shalat-shalat wajib.” (HR. Tirmidzi) [No. 3499 Maktabatu Al Ma`arif Riyadh] Hasan.

  1. Setelah sholat wajib

Salah satu waktu yang disunnahkan untuk membaca ayat seribu dinar adalah setelah sholat wajib

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ قَالَ جَوْفَ اللَّيْلِ الْآخِرِ وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ

Artinya: Dari Abu Umamah ia berkata; Rasulullah shallallahu wa`alaihi wa sallam ditanya; wahai Rasulullah, doa apakah yang paling di dengar? Beliau berkata: “Doa di tengah malam terakhir, serta setelah shalat-shalat wajib.” (HR. Tirmidzi) [No. 3499 Maktabatu Al Ma`arif Riyadh] Hasan.

  1. Setelah ashar di hari jumat

Seperti diketahui hari Jumat merupakan salah satu hari teristimewa dan paling utama (Afdhal) dari semua hari dalam sepekan. Tepatnya setelah Ashar, Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mengijabahi doa-doa.  Sebagaimana hadits riwayat Ahmad, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ سَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فِيهَا خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَهِيَ بَعْدَ الْعَصْرِ

Artinya: Pada hari Jumat terdapat suatu waktu, dimana jika ada seorang hamba muslim yang memanjatkan doa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, Allah akan memberi apa yang dia minta. Waktu itu adalah setelah Ashar. (HR. Ahmad).

(Dari berbagai sumber/ Mifta Khurokhmah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *