Sempat Operasi, Edgar Xavier Sabet Perak Cabang Wushu Asian Games 2023

Atlet wushu Indonesia Edgar Xavier Marvello berhasil mendapatkan medali perak pada ajang Asian Games 2023.

Headline, Konten385 Views

Channel Indonesia – Atlet wushu Indonesia Edgar Xavier Marvello berhasil mendapatkan medali perak pada ajang Asian Games 2023.

Edgar berhasil mempertahankan prestasinya di Asian Games dengan mendapat medali perak dalam nomor changquan (tangan kosong) dalam disiplin taolu (seni) cabang olahraga wushu. Dia memperoleh nilai 9,786, hanya selisih 0,054 poin dari peraih medali emas tuan rumah China, Sun Peiyuan, yang meraih skor 9,840. sedangkan medali perunggu diraih oleh Song Chi Kuan dari Makau-China dengan nilai 9,760.

Setelah meraih prestasi gemilang ini di XSG Sport Centre, Hangzhou, China, pada Sabtu (23/9/2023), Edgar tidak bisa menahan emosinya. Perjuangan keras yang dia lalui sebelum Asian Games akhirnya membuahkan hasil. Edgar menutup matanya dan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan. Air matanya berlinang, dan dia terharu sambil menatap layar besar.

Akhirnya, dia tersungkur di pinggir lapangan sebelum pelatihnya, Zhang Yuening, merangkulnya dan menenangkannya. Pria berusia 24 tahun ini tidak pernah membayangkan akan meraih prestasi ini. Dua minggu sebelumnya, dia baru saja menjalani operasi pinggang akibat cedera.  Edgar hanya sempat menjalani latihan selama seminggu sebelum Asian Games, akan tetapi dengan kondisinya pasca operasi dia bisa meraih medali perak.

“Saya melewati titik terendah sebelum berangkat ke sini. Saya merasa ragu, apakah saya bisa atau tidak. Saya hanya memiliki waktu 10 hari persiapan menuju Asian Games. Saya bertanya kepada ibu, ‘Apakah saya bisa, ma?’ Ibu menjawab, ‘Bisa’, dan jika ibu mengatakan saya bisa, maka saya pasti bisa. Itulah yang selalu saya pegang,” kata Edgar

Dengan menahan tangisnya, Edgar berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan kepadanya, termasuk orang tuanya, kekasihnya, serta seluruh tim wushu Indonesia, termasuk pengurus, pelatih, tim medis, dan fisioterapis.

Dia juga menjelaskan bahwa dalam pertandingan ini, dia mencoba beberapa gerakan yang sebelumnya tidak pernah dia coba karena rasa sakitnya, seperti lompatan salto ke belakang. Beberapa gerakan tersebut tidak dia latih selama sebulan terakhir karena ketika dia mencobanya selama latihan, dia merasa sangat sakit.

 

(Dari berbagai sumber/ Mifta Khurokhmah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *