Praktik Hidup Slow Living Untuk Menjaga Kesehatan Mental, Jangan Grasa Grusu dan Sat Set Terus

Slow living adalah konsep gaya hidup yang menekankan pada kehidupan yang lebih santai, sederhana dan sadar

Headline, Konten285 Views

Channel Indonesia – ┬áSeorang Aktris Lulu Tobing sedang melakukan metode hidup slow living. Ia mengatakan bahwa saat ini tidak berkompetensi dan mengejar ambisi apapun.

“Gue benar-benar hidup gue slow banget ya. Gue nggak kompetitif orangnya, gue tidak ambisius, gue slow banget. Seumur-umur nggak punya ambisi jadi gue cuman go with flow,” ucap Lulu Tobing di kanal Youtube Melanie Ricardo.

dengan menjalani kehidupan slow living ia mengakui bahwa tidak ingin bersaing dengan sisapapun dan tidak iri dengan pencapaian orang lain. Dia sangat menikmati dan tenang dengan kehidupannya yang tidak memiliki ambisi.

Slow living adalah konsep gaya hidup yang menekankan pada kehidupan yang lebih santai, sederhana dan sadar akan waktu juga lingkungan sekitar.

Psikolog klinis Anastasia Sari Dewi menjelaskan bahwa gaya hidup slow living memiliki kemiripan dengan mindfulness dalam menjalani hidup. Gaya hidup slow living memberikan manfaat untuk kesehatan mental karena membuat orang lebih menghargai diri sendiri.

“Jadi slow living itu kembali mendekat pada alam kembali menikmati proses hingga bisa mengurangi teknologi, kalau dalam psikologi mirip dengan mindfulness,” kata Sari kepada media

Gaya hidup slow living berbeda dengan malas-malasan. Gaya hidup yang cenderung santai ini memang kerap disalahartikan dengan sikap malas. Malah orang dengan slow living justru lebih tekun dalam melakukan suatu hal.

“Justru orang yang slow living itu menurut saya kadang jauh lebih tekun dibandingkan orang pada umumnya yang mungkin suka grusa-grusu, maunya cepat kilat, harus sat set,” jelas Sari.(Dari berbagai sumber/Annisa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *