Rusia Tanggapi Usulan Damai Dari Prabowo Hingga Jokowi

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov buka suara mengenai usulan perdamaian

Headline, Konten389 Views

Channel Indonesia – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov buka suara mengenai usulan perdamaian Menteri pertahanan Prabowo Subianto hingga Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) terkait perang di Ukraina.

Lavrov mengatakan negara Barat kerap mengabaikan inisiatif damai dari negara berkembang, termasuk usulan dari Indonesia.

“Selama kunjungan dia [Jokowi] ke Moskow pada 30 Juni 2022, dia bicara soal perlunya gencatan senjata bantuan kemanusiaan dan keamanan pangan, serta mengekspresikan keinginan untuk mengembangkan komunikasi antara pemimpin Rusia dan Ukraina,” kata Lavrov melalui transkrip wawancaranya dengan surat kabar Indonesia pada Senin (11/7).

Dalam kesempatan itu, Lavrov juga menyinggung usulan damai yang disampaikan Prabowo saat pertemuan antar Menhan di Shangri-La Dialogue pada 3 Juni lalu di Singapura.

“Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto juga membahas penyelesaian krisis di Ukraina. Namun, Kyiv langsung menolak gagasan dia dengan mengatakan saat ini tak diperlukan mediator,” kata Lavrov seperti dikutip dari situs Kemlu Rusia.

Poin-poin usulan Prabowo di antaranya gencatan senjata, pembentukan zona demiliterisasi dan pengerahan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta referendum di wilayah yang disengketakan.

Ukraina ketika itu menilai usulan Prabowo seperti perspektif Rusia.

Lavrov kemudian membahas soal proposal damai Ukraina. Menurut dia, usulan itu mencirikan agresivitas pemerintah Kyiv dan pelindung eksternal mereka, dalam hal ini Barat.

“Mereka mencoba menekan melalui satu-satunya pilihan yang mungkin untuk penyelesaian. Imbasnya, itu terdiri paket ultimatum bagi Rusia – tuntutan untuk mengadakan pengadilan atas kepemimpinan militer-politiknya,” ujar dia.

Untuk melegitimasi tuntutan-tuntutan tersebut, lanjut Menlu Rusia, Ukraina mencoba menggelar suatu “pertemuan puncak perdamaian” dalam waktu dekat. Mereka juga mengundang negara-negara berkembang.

“Saya yakin orang Indonesia sangat memahami motif berbahaya di balik rencana ini dan tidak akan menyerah pada retorika palsu dari mereka yang berjuang sampai orang terakhir Ukraina,” ucap Lavrov.(Dari berbagai sumber/Annisa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *