Piket Usai, Pengabdian Berlanjut: Brigpol Rizal Baruna Adji Sigap Bantu Korban Kecelakaan di Flyover Janti

Rizal kembali mengenakan seragam dinas yang sebelumnya telah ia lepaskan setelah menyelesaikan tugas.

Konten18 Views

Channel Indonesia — Kepedulian seorang anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali terlihat di tengah masyarakat. Brigpol Rizal Baruna Adji, anggota Unit Polisi Satwa Turangga Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu berakhir ketika jam dinas selesai.

Dalam perjalanan pulang setelah melaksanakan piket, Rizal mendapati sebuah kecelakaan lalu lintas di kawasan Flyover Janti, Yogyakarta. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 08.18. Melihat kondisi jalan yang membutuhkan penanganan cepat, ia tidak memilih untuk sekadar melanjutkan perjalanan.

Rizal kembali mengenakan seragam dinas yang sebelumnya telah ia lepaskan setelah menyelesaikan tugas. Ia kemudian turun ke jalan untuk membantu mengatur arus kendaraan dan mengamankan area sekitar lokasi kecelakaan.

Tindakan itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kemacetan serta mengurangi risiko kecelakaan lanjutan bagi pengguna jalan lainnya. Di tengah lalu lintas pagi yang cukup padat, kehadiran petugas sangat dibutuhkan agar situasi tetap aman dan terkendali.

Momen tersebut terekam dalam video yang kemudian beredar luas melalui media sosial. Unggahan dari [Korps Sabhara](https://www.instagram.com/reel/DdkoLhTTb6J/) dan [Merapi Uncover](https://www.instagram.com/reel/DdklaoayIiT/) mendapat perhatian serta respons positif dari masyarakat. Video serupa juga dibagikan oleh [Polisi Indonesia Presisi](https://www.instagram.com/reel/DdoJiwLzTZk/) dan akun [Lensa Polri di TikTok](https://vt.tiktok.com/ZSbLy7Nm9/).

Tindakan Sederhana yang Memberikan Dampak Nyata

Apa yang dilakukan Rizal memperlihatkan arti kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat. Dalam keadaan seperti kecelakaan lalu lintas, keputusan untuk bertindak cepat dapat membantu melindungi korban, pengguna jalan, dan warga di sekitar lokasi.

Meski telah menyelesaikan piket, tanggung jawab moral sebagai anggota Polri membuatnya kembali mengambil peran. Tidak ada persiapan khusus atau upacara formal. Ia hanya melihat masyarakat membutuhkan bantuan, lalu bergerak sesuai kemampuan dan tanggung jawabnya.

Respons warganet terhadap video tersebut pun didominasi apresiasi. Banyak yang menyampaikan terima kasih, mendoakan keselamatan petugas dan korban, serta mengingatkan pengguna jalan agar lebih berhati-hati ketika melintasi Flyover Janti.

Tindakan ini sekaligus menggambarkan nilai pelayanan yang humanis. Seragam kepolisian bukan sekadar identitas profesi, tetapi membawa tanggung jawab untuk hadir, melindungi, dan memberikan rasa aman ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Konsisten Menebarkan Nilai Positif

Rizal Baruna Adji bukan hanya menjalankan tugas sebagai anggota Polri. Ia juga dikenal aktif memanfaatkan media sosial untuk membagikan cerita kehidupan, pengalaman, dan pesan-pesan positif kepada masyarakat.

Perjalanan Rizal menjadi anggota Polri tidak dilalui secara instan. Setelah menamatkan pendidikan menengah pada 2013, ia pernah menjalani berbagai pekerjaan dan mencoba membangun karier sebagai pembuat konten. Ia juga sempat gagal dalam seleksi penerimaan anggota Polri sebelum akhirnya berhasil lolos dan resmi bertugas di Polda DIY pada Februari 2016.

Kisah perjuangan tersebut pernah diangkat oleh [Liputan6](https://www.liputan6.com/jateng/read/6027169/kisah-rizal-baruna-adji-mengabdi-lewat-medsos). Perjalanannya memberikan pesan bahwa kegagalan bukan alasan untuk berhenti. Dengan latihan, evaluasi, dan konsistensi, kegagalan justru dapat menjadi pijakan menuju keberhasilan.

Di sela kesibukannya, Rizal terus mengisi ruang digital dengan konten yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Ia membagikan pengalaman membantu warga di jalan, kegiatan kepolisian, perjalanan hidup, dan ajakan untuk menyebarkan kebaikan.

Aktivitas tersebut membentuk personal branding yang kuat dan autentik. Citra positif tidak dibangun hanya melalui kata-kata, melainkan melalui keselarasan antara pesan yang disampaikan di media sosial dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Pengabdian Tidak Mengenal Batas Waktu

Peristiwa di Flyover Janti menjadi salah satu contoh bahwa pelayanan kepada masyarakat dapat muncul dalam situasi yang tidak direncanakan. Ketika menemukan kondisi darurat, Rizal memilih berhenti dan membantu meskipun secara administratif tugas piketnya telah selesai.

Sikap tersebut menyampaikan pesan sederhana tetapi bermakna: jam dinas dapat berakhir, tetapi kepedulian tidak harus ikut berhenti.

Bagi masyarakat, tindakan Brigpol Rizal Baruna Adji menghadirkan wajah kepolisian yang sigap, dekat, dan humanis. Bagi generasi muda, kisahnya menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari jabatan atau popularitas, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

Melalui tindakan nyata dan pemanfaatan media sosial secara positif, Rizal menunjukkan bahwa setiap orang dapat membangun pengaruh yang baik. Bukan semata-mata dengan mencari perhatian, melainkan dengan konsisten hadir, peduli, dan memberikan teladan.

Di tengah derasnya arus informasi digital, tindakan sederhana seperti turun membantu di lokasi kecelakaan dapat menjadi pesan yang kuat. Pengabdian bukan hanya sesuatu yang diucapkan, tetapi sesuatu yang dilakukan—bahkan ketika tugas dinyatakan telah selesai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *