Channel Indonesia – Memiliki rumah yang nyaman untuk keluarga kecil adalah impian Andre Kamaru. Tak mudah baginya untuk mewujudkan impian tersebut.
Ayah dari seorang putri ini bekerja sebagai pedagang kelinci di pasar malam Kota Samarinda. Penghasilannya tak menentu. Kadang dalam sehari ia bisa memperoleh Rp 1 juta, kadang hanya Rp 30 ribu, bahkan pernah ia pulang tanpa membawa sepeser pun uang.
Pada 2020, pandemi COVID-19 membuat kondisi ekonominya semakin sulit. Ia dan istrinya sempat menganggur dan terpaksa pindah ke kontrakan yang murah.
Kontrakan yang mereka tempati waktu itu jauh dari kata nyaman. Lokasinya rawa-rawa dan kerap terkena banjir saat air pasang. Lingkungannya juga tidak aman, Andre sempat kehilangan motor. Selain itu banyak tikus.
“Di kontrakan itu keamanannya agak kurang ya. Terus kalau sudah air pasang itu banjir karena ini kan daerah rawa. Di situ juga saya dapat musibah setelah kelahiran anak saya, umur 20 hari, saya kehilangan motor, lebih tepatnya dicuri,” tutur Andre, dikutip pada Jumat (14/8).
Di tengah berbagai keterbatasan itu, Andre tetap menyimpan satu harapan yaitu memiliki rumah sendiri.
Harapan tersebut mulai menemukan jalan ketika seorang teman istrinya memberi tahu tentang rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Palaran Indah Residence, Samarinda.
Rumah subsidi tersebut layak, nyaman, dan berada di lokasi yang jauh dari ancaman banjir seperti kontrakan tempatnya tinggal.
“Saya cek ternyata bagus, rumahnya bagus. Dan yang utama itu ya subsidi itu sih. Subsidi sendiri itu buat saya adalah kesempatan saya buat dapat rumah,” ujarnya.
Proses hingga akhirnya memiliki rumah pun menjadi momen yang sangat berarti bagi Andre dan keluarga kecilnya. Saat akad, rasa bahagia sulit untuk ia sembunyikan.
“Waktu selesai akad itu saya merasa kayak, ini beneran enggak sih? Semua ini sebuah impian buat saya karena sebuah keluarga kecil yang hidup sederhana,” ucapnya.
Andre adalah salah satu penerima manfaat program KPR Subsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) Sekolah Rakyat yang disebut Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan di Gedung DPR/MPR, Jumat (14/8).
Kini, Andre tidak lagi harus pulang ke kontrakan yang rawan banjir. Setelah lelah menjalani hari sebagai pedagang kelinci, ia dapat kembali ke rumah yang menjadi milik keluarganya.
Rumah subsidi tersebut punya arti besar bagi Andre. Bukan sekadar bangunan dengan dinding dan atap.
Bagi keluarga kecilnya, rumah adalah rasa aman, tempat pulang, dan sebuah impian yang sempat terasa jauh akhirnya dapat diwujudkan. Ia bisa beristirahat dengan lebih tenang setelah lelah bekerja.
“Sekarang sudah dapat rumah yang nyaman, besar, luas. Enggak panas. Dengan adanya rumah ini, pulang itu lebih bisa istirahat dibanding dengan kontrakan. Dengan adanya rumah ini, saya merasa bahagia banget,” tutup Andre.









