Rocky Gerung Mendadak Jadi Koki di Film Terbaru Hingga Tembus Festival Film Shanghai 2026

Pria yang dikenal dengan analisis politiknya yang tajam ini justru dipercaya memerankan karakter unik sebagai seorang chef atau koki.

Konten6 Views

Channel Indonesia — Pengamat politik Rocky Gerung mengejutkan publik lewat debut aktingnya dalam film layar lebar terbaru berjudul Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang (RBMT).

Pria yang dikenal dengan analisis politiknya yang tajam ini justru dipercaya memerankan karakter unik sebagai seorang chef atau koki.

Rocky mengaku langsung tertarik mengambil peran tersebut setelah membaca skenario film yang dinilainya berani menyuarakan aspirasi kaum Tionghoa Indonesia.

Ia dipilih langsung oleh produser Iman Hasibuan dua bulan sebelum proses syuting dimulai.

“Ini pertama kali saya main film, dan mendapatkan peran yang sangat unik sebagai chef atau koki,” ujar Rocky.

Menuai Pujian dan Reaksi Unik Warganet

Kerja keras Rocky di lokasi syuting langsung menuai apresiasi positif dari sang sutradara. “Sebagai debutan, akting Bung Rocky cukup bagus,” ungkap Ismail Basbeth.

Kemunculan Rocky sebagai juru masak ini pun langsung mencuri perhatian publik di jagat maya dan memicu reaksi jenaka dari warganet.

Beberapa warganet berkelakar dengan menyebut hidangan buatan Rocky sebagai “makanan intelektual”, sementara yang lain bercanda bahwa siapa pun yang menyantap masakan tersebut akan langsung menjadi cerdas.

Tembus Kompetisi Utama Internasional

Di balik kejutan tersebut, film RBMT yang menjadi panggung debut Rocky ini sukses menembus panggung internasional.

Film produksi Matta Cinema Production bersama Ruang Basbeth Bercerita ini resmi terpilih masuk kompetisi utama Golden Goblet Main Competition di Shanghai International Film Festival (SIFF) 2026 yang berlangsung pada 12–21 Juni 2026.

Dalam ajang bergengsi tersebut, RBMT menggelar world premiere dan bersaing dalam tujuh kategori sekaligus, termasuk Best Feature, Best Director, dan Best Outstanding Artistic.

Sebelum menembus SIFF 2026, proyek film ini telah diperkenalkan di Asian Content & Film Market pada Busan International Film Festival 2025.

CEO Matta Cinema Production, Nugroho Dewanto, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan kehormatan besar bagi industri perfilman tanah air.

“Pencapaian ini merupakan kebanggaan sekaligus kehormatan bagi kami, bisa mewakili Indonesia dalam ajang festival film kelas dunia seperti SIFF,” kata Nugroho.

Angkat Isu Sensitif dan Trauma Lintas Generasi

Film RBMT sendiri merupakan adaptasi dari novel karya Wisnu Suryaning Adji yang disutradarai oleh Ismail Basbeth.

Kisahnya berpusat pada tokoh Encek (diperankan oleh Ferry Salim), seorang pria tua Tionghoa yang menghadapi trauma psikologis, diskriminasi, politik, dan pergulatan identitas lintas generasi mulai dari era 1950-an, tragedi 1965, hingga kerusuhan 1998.

Konflik memuncak saat Encek merencanakan sebuah makan malam terakhir bersama anak-anaknya sebagai simbol refleksi sosial yang tajam. Di sinilah menu masakan koki yang diperankan Rocky Gerung menjadi bagian penting dalam narasi film.

Sutradara Ismail Basbeth menekankan bahwa melalui tokoh Encek, film ini mengajak penonton memahami realitas kehidupan Tionghoa di Indonesia, sekaligus menggambarkan keberanian memutus rantai trauma generasi.

Selain Ferry Salim dan Rocky Gerung, film ini juga dibintangi oleh Melissa Karim, Verdi Soleiman, serta penampilan debut dari Jessy Davita dan Nicholas Anderson.

Setelah berkompetisi di Shanghai, RBMT dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada akhir tahun 2026, yang sekaligus menandai kebangkitan kembali Matta Cinema Production di industri perfilman nasional. (Sumber: Livantara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *