Pemerintah: Program 3 Juta Rumah Hidupkan Ekonomi, Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menjelaskan bahwa efek berganda tersebut disebabkan oleh meningkatnya permintaan terhadap rantai pasok domestik.

Konten5 Views

Channel Indonesia — Pemerintah mengatakan bahwa program 3 juta rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto dapat memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian, di antaranya melalui pelibatan 185 industri turunan serta penyerapan tenaga kerja langsung dan tidak langsung.

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menjelaskan bahwa efek berganda tersebut disebabkan oleh meningkatnya permintaan terhadap rantai pasok domestik. Hal itu, lanjutnya, juga akan berdampak positif bagi usaha, baik skala lokal maupun nasional.

“Eksekusi Program 3 Juta Rumah memicu reaksi berantai dan multiplier effect yang menggerakkan roda ekonomi dari skala usaha mikro hingga korporasi besar,” ujar Qodari dalam konferensi pers, Selasa (15/4).

Sebagai contoh, ia menjelaskan bahwa program tersebut dapat meningkatkan permintaan bagi setidaknya 185 industri turunan, yang terbagi ke dalam dua kelompok, yakni industri hulu dan hilir.

Di sisi hulu, ia menjabarkan bahwa program ini dapat meningkatkan utilisasi produksi material dasar, seperti semen, baja ringan, keramik, batu bata, genteng, dan cat. Sementara itu, di sisi hilir, program ini dapat menggeliatkan permintaan bagi UMKM furnitur, produsen alat elektronik rumah tangga, desain interior, serta jasa asuransi dan perbankan.

Ia menambahkan bahwa peningkatan permintaan di sektor hilir akan semakin intensif setelah serah terima rumah dilakukan.

“Pembangunan rumah mengaktifkan sedikitnya 185 industri turunan yang terbagi dalam dua kelompok utama,” tambah dia.

Namun, efek berganda tersebut tak hanya berhenti sampai situ. Qodari berujar, konstruksi 3 juta rumah juga dapat menyerap pekerja terampil dan nonterampil, di mana pembangunan satu unit rumah tapak rata-rata dapat melibatkan lima hingga tujuh pekerja, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Bahkan, program ini juga membuka peluang kerja bagi profesi pendukung, seperti arsitek, insinyur sipil, dan mandor bangunan. Di samping itu, program ini diharapkan juga bermanfaat bagi tenaga kerja di luar proses konstruksi, seperti pekerja pabrik material, sopir logistik, hingga pelaku sektor informal, seperti pedagang makanan di sekitar lokasi proyek.

“Program ini telah menciptakan ekosistem ekonomi baru yang membuka peluang kerja riil bagi masyarakat,” pungkas dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *