Mengenal Potasium Sianida (Potas), Gejala dan Penanganannya

Potasium sianida(potas) merupakan salah satu jenis sianida yang berupa bahan kimia yang sangat beracun dan dapat mengganggu seluruh sistem tubuh.

Konten491 Views

Channel Indonesia – Potasium sianida(potas) merupakan salah satu jenis sianida yang berupa bahan kimia yang sangat beracun dan dapat mengganggu seluruh sistem tubuh. Keracunan potas dapat menyebabkan berbagai dampak serius yang bisa berakibat fatal.

Potasium sianida atau dikenal dengan racun potas biasanya digunakan untuk mengusir hama. Namun, jika racun ini terpapar ke manusia maka dapat menyebabkan keracunan akut sampai dengan yang paling parah dapat menyebabkan kematian yang begitu cepat.

Di Indonesia, racun potas ini masih sering dijual bebas sebab biasanya digunakan untuk membasmi hama ataupun tikus. Akan tetapi, tidak jarang juga terdapat beberapa kasus yang menyalahgunakan senyawa kimia ini untuk meracuni manusia.

Berikut ini 3 fakta potas:

  1. Bentuk racun potas

Potassium cyanide merupakan senyawa kimia dengan rumus KCN. Potas ini  memiliki warna putih dan berbentuk seperti kristal atau butiran-butiran kecil yang padat.

Gas hidrogen pada potas yang dilepaskan akan memiliki bau yang menyengat menyerupai almon pahit yang khas, bisa juga digambarkan dengan bau sepatu yang sudah apek.

Namun fakta menariknya, sebagian besar orang tidak dapat mendeteksi bau dari racun potas. Sehingga beberapa kasus orang yang diracuni jarang untuk bisa mendeteksi tanda-tanda dari zat berbahaya ini.

  1. Efek paparan racun potas

Racun potas akan berefek kepada seluruh tubuh, terutama pada sistem organ yang paling sensitif terhadap kadar oksigen rendah, yaitu sistem saraf pusat atau otak. Kemudian sistem kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), serta sistem paru-paru.

Paparan racun potas dapat melalui apa saja seperti kulit, kontak mata, menghirup, ataupun menelan.

  1. Cara kerja sianida jenis potas

Racun potas (sianida) ini dapat mengganggu proses pernapasan seluler dengan mengikat sitokrom oksidasi. Dimana sitokrom oksidasi merupakan enzim utama untuk mengunci rantai pernapasan.

Selain itu potas dapat mengikat enzim penting lainnya dan merusak sistem saraf melalui peroksidase lipid. Otak dan jantung merupakan organ paling sensitif terhadap efek racun potas, karena organ ini dapat secara cepat memetabolisme oksigen.

Gejala keracunan racun potas

Gejala awal dari keracunan potas ditandai dengan pusing, napas cepat, mual, muntah, leher terasa terjepit serta lemas, kebingungan, gelisah, dan kecemasan.

Akumulasi cairan di paru-paru dari racun ini dapat mempersulit pernapasan dan memperburuk gejala keracunan yang terjadi.

Gejala yang parah akan ditandai dengan pingsan, koma, kejang otot, badan kejang, pupil mata melebar, kulit terasa dingin, lembap, dan mengeluarkan keringat serta gejala yang paling parah ialah kematian.

Cara Penanganan pada korban keracunan racun potas

Tentunya setiap orang harus mengetahui bagaimana penanganan yang harus dilakukan pada pasien yang terkena racun potas. Berikut ini cara penangananya.

Dari fakta yang bisa saja terjadi akibat paparan pada seseorang yang terkena racun potas, terdapat beberapa pertolongan pertama yang dapat dilakukan pada seseorang yang terpapar racun potas (sianida), caranya adalah:

  • Melakukan pengamatan yang cermat
  • Memberian oksigen tambahan
  • Memberikan perawatan yang suportif

Tiga cara penanganan di atas merupakan terapi yang cukup untuk pasien keracunan apabila korban tidak menunjukkan gejala fisik, sementara untuk korban yang menunjukkan gejala fisik, maka pertolongan pertama yang bisa dilakukan terdiri dari:

  • Pemberian obat penawar racun di bawah arahan dokter
  • Bantuan pernapasan dan peredaran darah
  • Tes ketidakseimbangan kimia dalam darah dan kontrol kejang.
  • Serta segeralah membawa korban keracunan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan yang intensif

Itulah fakta dan cara penanganan yang bisa dilakukan pada korban keracunan potas yang harus diketahui.

Sebagai catatan, hindari bantuan pernapasan dari mulut ke mulut, serta hindari kontak dengan mutah korban yang terkontaminasi racun potas pada saat melakukan pertolongan pertama.

(Dari berbagai sumber/ Mifta Khurokhmah)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *