Pemanasan Global dan El Nino Buat Es Laut Kutub Capai Titik Terendah

Data satelit milik NASA dan Pusat Data Salju dan Es Nasional (NSIDC) menunjukkan jumlah es laut di Arktik dan Antartika mencapai titik terendah.

Konten384 Views

Channel Indonesia – Data satelit milik NASA dan Pusat Data Salju dan Es Nasional (NSIDC) menunjukkan jumlah es laut di Arktik dan Antartika mencapai titik terendah. Kondisi ini akibat dari peristiwa pemanasan global dan pola iklim El Nino yang sedang terjadi pada saat ini. NASA dan NSIDC, menggunakan data satelit untuk melacak es laut di kutub utara dan kutub selatan.

Hasilnya es laut Arktik (Kutub Utara) mencapai batas minimum titik terendah tahunan, dengan tercatat hanya 4,23 juta kilometer persegi pada 19 September 2023. Angka tersebut merupakan batas minimum terendah keenam pada catatan data satelit.

Kondisi ini juga terjadi di Antartika (Kutub Selatan), es laut mencapai batas maksimum terendah pada 10 September 2023. Dengan tercatat hanya sebesar 16,96 juta kilometer persegi.

“Ini merupakan rekor titik terendahnya es laut di Antartika. Tampaknya juga terdapat es yang lebih longgar dan konsentrasinya lebih rendah. Bahkan di Kutub Utara, yang dulunya merupakan lapisan es padat,” kata Walt Meier, ilmuwan es laut di NSIDC dikutip dari laman Live Science, Kamis (28/9/2023).

Batas titik terendah ed laut di kedua kutub akan berbeda pada tiap musim. Setiap tahun, es laut tumbuh dan mencair seiring musim. Dan luasnya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pola angin dan suhu laut. Ini berhubungan langsung dengan pemanasan global yang disebabkan oleh manusia dan pola iklim seperti El Nino.

Hal ini memperkuat bahwa pemanasan laut dampak dari siklus umpan balik efek albedo es. Albedo ini terjadi ketika es laut, yang berwarna putih, memantulkan energi matahari kembali ke luar angkasa. Kemudian lautan terbuka yang gelap menyerapnya sehingga perairan tetap hangat, dan menghambat pertumbuhan es laut.

Meskipun luas minimum dan maksimum es laut merupakan pengukuran penting di lingkungan kutub, ketebalan es laut tersebut juga menjadi perhatian utama. Ketebalan pada akhir musim pertumbuhan sangat menentukan kelangsungan hidup es laut.
(Dari berbagai sumber/ Mifta Khurokhmah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *