Produksi Laut dan Perikanan RI Terus Meningkat: Tumbuh 3,8 Persen di Tahun 2025, Produksi 26,25 Juta Ton

Pada 2025, produksi sektor tersebut mencapai 26,25 juta ton atau tumbuh sekitar 3,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi produksi tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Konten19 Views

Channel Indonesia — Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan produksi kelautan dan perikanan nasional terus menunjukkan tren peningkatan. Pada 2025, produksi sektor tersebut mencapai 26,25 juta ton atau tumbuh sekitar 3,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi produksi tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

“Produksi mencapai 26,25 juta ton, menjadi capaian tertinggi yang terdiri atas 11,65 juta ton rumput laut, 7,85 juta ton perikanan tangkap, dan 6,75 juta ton perikanan budidaya,” ujar Trenggono dalam rapat kerja di Komisi IV DPR, Jakarta, Selasa (7/4).

Selain produksi, nilai ekspor produk perikanan Indonesia juga mengalami peningkatan signifikan. Pada 2025, nilai ekspor tercatat mencapai 6,27 miliar dolar AS, yang menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Trenggono menambahkan, di tengah dinamika geopolitik global dan fenomena perubahan iklim, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tetap berkomitmen memastikan ketersediaan protein hewani bagi masyarakat, khususnya dari sektor perikanan.

“Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, kinerja sektor kelautan dan perikanan nasional hingga saat ini tetap menunjukkan capaian produksi dan ekspor yang terjaga dengan baik,” ujarnya.

Trenggono memaparkan untuk periode April hingga Desember 2026, KKP memproyeksikan total produksi ikan nasional mencapai 10,57 juta ton.

“Angka ini terdiri dari kontribusi produksi ikan tangkap sebesar 5,42 juta ton, serta produksi ikan budidaya sebesar 5,15 juta ton,” ucapnya.

Selain itu, KKP juga terus memantau komoditas utama perikanan di delapan kota besar, di antaranya di Jakarta, Surabaya, Banjarmasin, Bandar Lampung, dan Medan. Ia menegaskan status ketersediaan ikan secara nasional periode April-Juni 2026 dalam kondisi aman.

“Berdasarkan hasil pemantauan, kami dapat melaporkan bahwa status ketersediaan ikan berada pada kategori aman hingga Juni 2026,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *