Kasus Covid-19 Kembali Naik, Ini Penjelasan Kemenkes‎

Beberapa negara tengah menghadapi kenaikan kasus COVID-19, termasuk di Indonesia.

Headline, Konten314 Views

Channel Indonesia – Beberapa negara tengah menghadapi kenaikan kasus COVID-19, termasuk di Indonesia. Di Indonesia jumlah kasus mingguan mencapai 267 pasien di periode 28 November hingga 2 Desember 2023.

Kasus Covid-19 di Indonesia cenderung mengalami peningkatan

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Maxi Rein Rondonuwu mengungkapkan bahwa setiap minggunya jumlah kasus Covid-19 di Indonesia cenderung mengalami peningkatan.

“Di negara kita terpantau bulan ini kecenderungan naik ada, dari minggu ke minggu,” ungkap dr. Maxi pada Rabu (6/12/2023). “Kasus konfirmasi rata-rata per hari itu di 40, barangkali 35 sampai 40 per hari,” lanjutnya.

Saat ini, sekitar 131 orang yang dirawat di rumah sakit akibat infeksi Covid-19. Meskipun demikian, Kemenkes RI mengatakan bahwa rata-rata kasus masih tergolong rendah dan masih di bawah level satu

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu juga mengatakan, bahwa saat ini tingkat keterisian rumah sakit sebesar 0.06% dan angka kematian 0-3 kasus per hari.

“Yang sakit, sekarang mewajibkan diri sendiri pakai masker, cuci tangan pakai sabun, menjaga imunitas dengan konsumsi makanan bergizi seimbang, kemudian jaga jarak, apalagi kalau sedang sakit agar tidak menularkan,” kata Maxi

Menurutnya, kenaikan kasus covid pada saat ini didominasi oleh subvarian Omicron XBB 1.5 yang juga menjadi penyebab gelombang infeksi Covid di Eropa dan Amerika Serikat. Selain varian XBB, Indonesia jugatelah mendeteksi adanya subvarian EG2 dan EG5.

Meski terdapat kenaikan, namun kasus ini masih jauh lebih rendah dibandingkan saat pandemi yang mencapai 50.000 sampai 400.000 kasus per minggu.

Maxi juga mengingatkan masyarakat perlu waspada apabila mengalami gejala penyakit yang mengarah pada Covid, yakni batuk, pilek, demam dan gangguan pernapasan, agar segera melakukan pemeriksaan antigen.

“Dengan naiknya ini, siapa yang punya gejala sebaiknya dilakukan testing rapid antigen dan dilaporkan dan tentu dengan kesadaran melakukan isolasi mandiri kalau gejala ringan, kalau berat ke rumah sakit,” tuturnya.

Selain disiplin prokes, ia juga mendorong masyarakat terutama kelompok rentan agar menyegerakan vaksinasi Covid-19 baik dosis lengkap maupun booster.

Rincian kenaikan kasus covid-19

Sementara itu, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan bahwa tidak hanya Singapura dan Malaysia. Namun, kasus Covid-19 di Indonesia juga mengalami kenaikan kasus hingga tiga kali lipat sepanjang periode Oktober hingga November lalu.

“Apakah juga terjadi peningkatan kasus di Indonesia? Jawabannya iya. Kalau kita lihat bulan-bulannya ini, sampai November 2023 datanya menunjukkan memang terjadi peningkatan [kasus],” tegas Ketua Satgas Covid-19 PB IDI, dr. Erlina Burhan, pada Rabu (6/12/2023).

Berdasarkan hasil temuan IDI, berikut perincian kasus terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia sepanjang Oktober dan November 2023.

  • 2-8 Oktober 2023: 65 kasus terkonfirmasi
  • 9-15 Oktober 2023: 51 kasus
  • 16-22 Oktober 2023: 67 kasus
  • 23-29 Oktober 2023: 64 kasus
  • 30 Oktober-5 November 2023: 90 kasus
  • 6-12 November 2023: 96 kasus
  • 13-19 November 2023: 141 kasus
  • 20-26 November 2023: 151 kasus terkonfirmasi serta 1 kasus kematian

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mencabut status pandemi virus corona di Indonesia sejak 21 Juni lalu. Jokowi menyebut keputusan mencabut status pandemi Covid-19 diambil dengan mempertimbangkan konfirmasi harian kasus Covid-19 yang kala itu mendekati nihil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *