Berpotensi Jadi Pandemi Baru, Disease X Disebut 20 Kali Lebih Mematikan dari Covid-19

Praktisi kesehatan di Inggris menyebutkan bahwa saat ini dunia diintai oleh kehadiran penyakit misterius yang bernama Disease X yang diprediksi lebih ganas dari Covid-19.

Headline, Konten34 Views

Channel Indonesia – Praktisi kesehatan di Inggris menyebutkan bahwa saat ini dunia diintai oleh kehadiran penyakit misterius yang  bernama Disease X yang diprediksi lebih ganas dari Covid-19. Penyakit ini diyakini berisiko memicu kematian yang jauh lebih besar dibandingkan Covid-19, hingga mencapai setidaknya 50 juta kasus kematian di dunia.

‘Disease X’ merujuk pada istilah yang sebelumnya telah diciptakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Saat itu mereka memperingatkan, potensi pandemi baru ini mempunyai kemampuan yang mengakibatkan kematian 20 kali lebih besar dibandingkan Covid-19 yang telah merenggut nyawa lebih dari 2,5 juta orang di dunia.

Kate Bingham, yang menjabat sebagai ketua Satuan Tugas Vaksin Inggris dari Mei hingga Desember 2020, menyatakan keyakinannya bahwa Disease X diperkirakan jauh lebih berbahaya daripada Covid-19. Berdasarkan perkiraan para ahli, Disease X berpotensi mengakibatkan kematian hingga 50 juta orang.

“Biar saya jelaskan begini: pandemi flu pada tahun 1918-19 menewaskan sedikitnya 50 juta orang di seluruh dunia, dua kali lebih banyak dari jumlah korban tewas pada Perang Dunia I. Saat ini, kita bisa memperkirakan jumlah kematian serupa yang disebabkan oleh salah satu dari sekian banyak virus yang sudah ada. ada,” katanya kepada Daily Mail dilansir dari Mint.

“Saat ini, kita dapat memperkirakan jumlah kematian yang sama disebabkan oleh salah satu dari sekian banyak virus yang sudah ada. Dunia harus mempersiapkan upaya vaksinasi massal dan memberikan dosis dalam waktu singkat,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan bahwa meskipun para ilmuwan telah mengidentifikasi 25 keluarga virus yang mencakup ribuan virus individual. Ia berpandangan bahwa masih ada jutaan virus yang belum dapat ditemukan, dan virus-virus tersebut berpotensi berkembang menjadi pandemi.

Dia memaparkan jika Disease X dapat menular seperti campak dengan tingkat kematian akibat Ebola 67%. Di suatu tempat di dunia, penyakit ini akan menyebar, dan cepat atau lambat, seseorang akan mulai merasa sakit.

Menurut Bingham, meningkatnya wabah ini, disebabkan oleh meningkatnya tren dimana semakin banyak orang yang berkumpul di daerah perkotaan. Dia juga menekankan bahwa perusakan jutaan hektar habitat alami setiap tahunnya berkontribusi terhadap peningkatan ini.

“Alasan ini sangat penting, karena sekitar tiga perempat penyakit menular yang muncul berasal dari hewan. Kemudian berpindah dari satu spesies ke spesies lain hingga, dalam keadaan tertentu, dapat menginfeksi manusia.” paparnya.

Menurut Bingham, mengenai vaksin untuk Disease X, saat ini belum ada vaksin yang disetujui. Namun demikian, Bingham menggarisbawahi pentingnya para ilmuwan mengembangkan kumpulan “prototipe vaksin yang berbeda untuk setiap keluarga virus yang mengancam”.

Dia menekankan bahwa hanya langkah awal dalam pemberian vaksin yang dapat membantu menargetkan ciri-ciri spesifik Penyakit X. Adapun strategi portofolio vaksin untuk melawan berbagai aspek virus. Dia menjelaskan dengan mengatakan bahwa ‘jenis vaksin yang berbeda merangsang respons kekebalan yang berbeda. Oleh karena itu memberikan tingkat perlindungan yang berbeda’.

(Dari berbagai sumber/ Mifta Khurokhmah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *