Viral Seorang Ibu Memberikan Obat Anti Mabuk Pada Bayi, Ternyata Ini Bahayanya

Tiap tabletnya mengandung dimenhydrinate untuk mengatasi mual, muntah, dan pusing akibat mabuk perjalanan.

Headline, Konten32 Views

Channel Indonesia – Fenomena yang terjadi baru baru ini seorang ibu memberikan obat anti mabuk atau Antimo kepada anaknya yang berusia dua bulan. Kisah ini viral di media sosial, alasan ibu memberikan obat anti mabuk karena ingin bayi menjadi tertidur atau hening saat sedang menonton bioskop.

Obat anti mabuk biasanya digunakan untuk mengatasi mabuk perjalanan. Tiap tabletnya mengandung dimenhydrinate untuk mengatasi mual, muntah, dan pusing akibat mabuk perjalanan.

Dokter spesialis anak konsultan alergi imunologi di Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (MMC) Jakarta, Molly Dumakuri Oktarina mengatakan obat anti mabuk dalam hal ini Antimo merupakan obat golongan antihistamin yang juga bisa meredakan gejala alergi. Obat jenis ini memang memiliki indikasi mengantuk pada orang yang meminumnya.

“Memang bisa menimbulkan efek atau indikasi mengantuk. Tapi tidak boleh memberikan obat hanya untuk mengambil efek kantuk saja, terutama untuk bayi usia dua bulan,” kata Molly dalam webinar yang diselenggarakan Rumah Sakit MMC, Selasa (25/7)

Lagi pula menurut dia obat tersebut belum bisa diberikan pada bayi di bawah usia satu tahun. Apalagi jika obat yang diberikan adalah obat anti mabuk untuk orang dewasa, maka anak di bawah usia 6 tahun sama sekali dilarang mengonsumsi obat ini.

Selain itu, anak usia dua bulan menurut Molly juga memerlukan kualitas tidur yang baik tanpa pemberian obat-obatan tertentu. Hal ini bisa memengaruhi tumbuh kembang dan kesehatan si bayi.

“Anak usia dua bulan bisa tidur nyenyak dengan aktivitas dan makan yang cukup. Jangan karena ibu dan ayahnya ingin nonton bioskop anak dipaksa minum Antimo yang belum cocok untuk usia mereka,” kata dia.

Beberapa efek obat anti mabuk pada anak yang bisa timbul antara lain:

1.Pertumbuhan otak bisa terganggu

Ukuran otak bayi, terutama yang masih di bawah satu tahun beratnya sekitar 25 persen dari otak orang dewasa. Seiring waktu, otak bayi akan terus berkembang bersamaan dengan perkembangan fungsi lainnya, misal fungsi dan kemampuan berbicara, melihat, hingga perkembangan motorik.

Agar perkembangan otak ini bisa maksimal dan optimal sangat disarankan bayi tidak terpapar zat-zat tertentu. Terutama paparan obat-obatan yang tidak dianjurkan diberikan di usia mereka. Salah satunya obat anti mabuk karena memiliki berbagai zat aktif yang bisa mengganggu perkembangan otak anak.

2.Mulut kering

Obat anti mabuk memang tergolong obat-obatan yang bisa dibeli tanpa resep dokter. Tapi obat ini tidak bisa diberikan sembarangan dan bebas, apalagi untuk anak.

Obat anti mabuk memiliki efek mengurangi produksi air liur agar orang yang mengonsumsinya tidak merasa mual. Jika obat ini diberikan dengan tujuan anak bisa tidur lebih lama dan cepat, justru berbahaya, karena tujuannya hanya mengambil efek mengantuk, bukan anti mabuk.

Produksi air liur yang berkurang bisa menyebabkan mulut anak kering. Akibatnya bahkan bisa membuat anak mengalami infeksi mulut.

Perlu diketahui bahwa air liur memiliki khasiat anti bakteri dan jamur pada mulut. Saat air liur berkurang maka jamur dan bakteri pada mulut anak bisa berkembang dengan pesat hingga menyebabkan infeksi.

Menurut Molly, alih-alih ‘memaksa’ anak tidur lebih cepat dengan memberi obat anti mabuk, sebaiknya orang tua mengajak anak melakukan berbagai aktivitas. Misal aktivitas yang bisa merangsang gerakan dan mencukupi kebutuhan makan atau ASI-nya. Sebab, saat anak merasa kenyang dan lelah, maka dia akan tidur lebih nyenyak dan cepat.

“Jangan sekali-kali memaksa anak tidur dengan menggunakan obat. Lebih baik lakukan cara-cara tradisional yang benar. Intinya orang tua harus cerdas, jangan egois terhadap anak,” kata dia.(Dari berbagai sumber/Annisa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *